55. hanya sebuah koin penyok
Hanya Sebuah Koin Penyok
Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dgn rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit.
Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk
dan menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yg sudah penyok.”
Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.
“Sebaiknya koin in dibawa ke kolektor
uang kuno”, kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke
kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 dollar.
Lelaki itu begitu senang. Saat lewat
toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli
kayu seharga 30 dollar untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul
kayu tersebut dan beranjak pulang.
Di tengah perjalanan dia melewati
bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu
bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dollar
untuk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak
untuk membawa pulang lemari itu.
Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita melihat lemari yang indah
itu dan menawarnya 200 dollar. Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita
menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju dan
mengembalikan gerobaknya.
Saat sampai di pintu desa, dia ingin
memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai
250 dollar. Tiba-tiba seorang perampok keluar dari semak-semak,
mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.
Istrinya kebetulan melihat dan berlari
mendekati suaminya seraya bertanya, “Apa yg terjadi? Engkau baik-baik
saja kan? Apa yg diambil oleh perampok tadi?”
Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh.. bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.
Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala karunia hidup yang telah Tuhan berikan pada kita, karena ketika datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa.
http://renungan-harian.com/cerita-inspirasi-dan-motivasi-hanya-sebuah-koin-penyok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar